* Ahlan wa Sahlan di Website Dakwah dan Pendidikan Pondok Pesantren Manbaul Ulum *

Jumlah Kunjungan

Jumlah Pengunjung :
10145
Pengunjung Hari Ini :
2
User Online :
2
Terakhir Update :
09-03-2014

Pendapat Anda

 

INFORMASI TERBARU

Keutamaan Shalat Berjamaah

Shalat merupakan salah satu rukun Islam yang menjadi pembatas seseorang itu mukmin atau kafir. (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah). Shalat juga menjadi penentu diterima atau tidaknya amalan seseorang. (HR Abu Daud).

Shalat memberikan banyak manfaat bagi yang istiqamah menjalankannya. Selain itu, shalat memiliki banyak keutamaan, apalagi jika ditunaikan berjamaah. Satu hal yang perlu diketahui, tidak satu pun ulama yang menyatakan shalat berjamaah hukumnya sunah biasa.

Shalat berjamaah adalah sunah muakkadah bagi laki-laki dalam menjalankan shalat lima waktu. Menurut Mazhab Maliki dan Hambali, hukumnya wajib.

Muadzah : Ibu dan Isteri Teladan Ummat

REPUBLIKA.CO.ID, Mu’adzah binti ‘Abdillah al-’Adawiyyah dikenal juga sebagai Ummu Shahba. Dia adalah salah seorang wanita yang berasal dari kota Basrah.

Mu'adzah merupakan tabi'in yang lahir dalam keluarga yang sangat taat pada Allah SWT. Dia pun menjadi seorang istri yang selalu berada dalam kebajikan dan dicintai.

Muadzah memikiki suami bernama Shikah bin Azhim yang juga zuhud dalam beribadah. Kebahagiaan rumah tangganya terasa lengkap dengan memikiki anak-anak yang berbakti.

Dalam menjalani kehidupannya dia tidak pernah silau oleh kehidupan dunia. Baginya kehidupan sejati hanya ketika di akhirat kelak.

Idul Adha 1434 Hijriyah, 3 Ekor Sapi Disembelih

Manbaul Ulum (15/10/2013) - Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil hamdi, dengan diiringi takbir dan tahmid satu persatu hewan kurban disembelih oleh Pimpinan/Pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Ulum KH.M. Ghazali Mukeri, Lc.

 

Tahun ini Pondok Pesantren Manbaul Ulum menyembelih 3 ekor sapi sebagai hewan kurban,  hewan kurban tersebut berasal dari keluarga/sohibul bait pondok pesantren sendiri.

Hukum Puasa Tarwiyah ?

Puasa Tarwiyah masuk keutamaan sembilan hari pertama Dzulhijjah.

Pertanyaan ini sering muncul di tengah-tengah masyarakat. Berpuasa di hari kesembilan Dzulhijjah atau dikenal dengan Hari Arafah banyak orang mengetahui hukumnya, yakni sunah. Tetapi, tak sedikit yang masih gamang soal hukum berpuasa pada hari kedelapan Dzulhijjah. Apa hukumnya?

Sebuah artikel sederhana karya Dr Abdurrahman bin Shalih bin Muhammad al-Ghafili yang berjudul Hukm Shiyam Asyr Dzilhijjah, berusaha memaparkan hukum puasa yang sering disebut dengan Hari Tarwiyah tersebut.

Ia menjelaskan topik ini merupakan bahasan klasik yang telah banyak dikupas dalam deretan kitab hadis ataupun ulama-ulama terdahulu.

Mengoptimalkan Idul Adha

Selain ibadah sunah berupa menyembelih hewan kurban, ada beberapa amalan berharga yang sayang dilewatkan sebelum atau saat kedatangan Idul Adha.

Dr Abdurrahman bin Shalih bin Muhammad al-Ghafili dalam Hukm Shiyam Asyr Dzilhijjah menjelaskan, pada sembilan hari pertama Dzulhijah Rasulullah SAW menganjurkan agar meningkatkan amal ibadah. Tak terkecuali berpuasa. Terutama, berpuasa pada hari Tarwiyah dan Arafah. 

Para ulama sepakat, puasa Tarwiyah hukumnya sunah. Bahkan, sangat dianjurkan berpuasa sejak hari pertama Dzulhijah hingga Hari Arafah, tepatnya 9 Dzulhijah. Istilah puasa tersebut dikenal dengan sebutan asyr Dzilhijjah. Kesembilan hari tersebut sangatlah istimewa.

Ibnu Hajar al-Asqalani menganalisis keutamaan rentetan hari pada separuh pertama Dzulhijah didasari satu fakta yang sangat menarik, yaitu sejumlah ibadah yang pokok berkumpul menjadi satu di hari tersebut seperti shalat, sedekah, dan manasik haji. “Keistimewaan itu tak ada di hari lain,” kata tokoh bermazhab Syafi'i tersebut.